Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
3 Fakta Menarik Orgasme Wanita
Kamis, 10 Desember 2009
BERHUBUNGAN seks diakhiri dengan orgasme tentu memberikan sensasi kenikmatan tak terkira. Ketahui fakta ringan dan menarik tentang orgasme.
Mary Roach, penulis Stiff, Spook, and Bonk mengungkapkan fakta seputar orgasme pada wanita. Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dikutip Yourtango.
Orgasme buat bau mulut tak sedap
Para dokter mendeteksi bau tak sedap pada lidah wanita beberapa jam setelah mereka intercourse. Ada baiknya Anda mengunyah permen karet untuk mengurangi bau mulut tak sedap itu.
Orgasme menyembuhkan cegukan
Kalau Anda sedang cegukan, berhubungan seks saja. Cegukan yang tak kunjung hilang bisa cepat disembuhkan setelah Anda mencapai klimaks bercinta.
Wanita bisa orgasme tanpa menerima sentuhan di area genital
Mary bersumpah pernah menjumpai seorang wanita yang bisa orgasme hanya dengan memikirkannya. Ini disaksikannya saat wawancara dalam pembuatan buku.
Saat banyak wanita mengusahakan berbagai cara untuk orgasme, wanita ini dengan cepatnya terangsang layaknya sistem tubuh yang berjalan otomatis, seperti bernafas atau jantung berdetak. Andakah salah satunya?
Mary Roach, penulis Stiff, Spook, and Bonk mengungkapkan fakta seputar orgasme pada wanita. Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dikutip Yourtango.
Orgasme buat bau mulut tak sedap
Para dokter mendeteksi bau tak sedap pada lidah wanita beberapa jam setelah mereka intercourse. Ada baiknya Anda mengunyah permen karet untuk mengurangi bau mulut tak sedap itu.
Orgasme menyembuhkan cegukan
Kalau Anda sedang cegukan, berhubungan seks saja. Cegukan yang tak kunjung hilang bisa cepat disembuhkan setelah Anda mencapai klimaks bercinta.
Wanita bisa orgasme tanpa menerima sentuhan di area genital
Mary bersumpah pernah menjumpai seorang wanita yang bisa orgasme hanya dengan memikirkannya. Ini disaksikannya saat wawancara dalam pembuatan buku.
Saat banyak wanita mengusahakan berbagai cara untuk orgasme, wanita ini dengan cepatnya terangsang layaknya sistem tubuh yang berjalan otomatis, seperti bernafas atau jantung berdetak. Andakah salah satunya?
Minggu, 05 Juli 2009
Pengobatannya menyaratkan penghindaran faktor-faktor pemicu panas dalam sebayak mungkin, plus berikut ini :
Read Full
0
komentar
Tips mengatasi panas dalam
Tips Mengatasi Panas Dalam
Makan pagi besar dihari minggu? Beberapa cangkir kopi dengan telur dadar berlapis daging dan keju, lalu siangnya berleha-leha di atas sofa yang empuk. Tak satupun yang bisa menggagalkan rencana menggiurkan ini, bukan?
Tak satupun, kecuali sensasi seperti terbakar di dalam dada. Gangguan ini paling sering kita alami. Inilah yang disebut dengan panas dalam. Sebenarnya, istilah medisnya adalah misnomer, karena panas dalam menyerang esofagus bagian bawah, yang kemudian menyebabkan rasa sakit. Asam disgestif tidak sampai menyerang perut karena perut memiliki semacam membran protetif yang melindunginya, tapi esofogus tidak memilikimembran semacam ini. Itulah sebabnya Anda merasa sakit (panas).
Pemicu panas-dalam yang paling umum adalah :
Tak satupun, kecuali sensasi seperti terbakar di dalam dada. Gangguan ini paling sering kita alami. Inilah yang disebut dengan panas dalam. Sebenarnya, istilah medisnya adalah misnomer, karena panas dalam menyerang esofagus bagian bawah, yang kemudian menyebabkan rasa sakit. Asam disgestif tidak sampai menyerang perut karena perut memiliki semacam membran protetif yang melindunginya, tapi esofogus tidak memilikimembran semacam ini. Itulah sebabnya Anda merasa sakit (panas).
Pemicu panas-dalam yang paling umum adalah :
- Mengkonsumsi daging terlalu banyak..
- Makan terlalu cepat.
- Coklat, bawang merah dan bawang putih atau pepermint.
- Merokok setelah makan.
- Kopi (kopi biasa atau non kafein).
- Minuman beralkohol.
- Hiatal hernia, prostrusi perut bagian atas melalui diafragma, satu kondisi yang dialami oleh satu dari setiap orang yang berusia di atas 60 tahun. Kerusakan ini memungkinkan asam perut menyembur kembali masuk ke dalam esofagus.
Pengobatannya menyaratkan penghindaran faktor-faktor pemicu panas dalam sebayak mungkin, plus berikut ini :
- Duduklah dan berdiri dengan tegak atau berjalan-jalan kapanpun bila memungkinkan. Menekuk badan atau berbaring akan mempernudah sekresi gastik bergerak ke atas menuju esofagus.
- Jika panas dalam menggangu Anda ketika tidur, tambahkan bantal sehingga kepala terangkat lebih tinggi.
- Jaga berat badan Anda. Mereka yang tubuhnya terlalu gemuk (atau pada wanita yang sedang hamil), perut bagian atas mendesak ke atas melewati diafragma.
- Kurangi konsumsi daging.
- Jangan makan kira-kira 2 sampai 3 jam menjelang tidur.
- Untuk melindungi perut Anda dalam menetralisir asam, minumlah 1 sampai 2 sendok teh cairan antasid anti-serap seperti magnesium hidroksida setiap 1 sampai 2 jam.( catatan : mereka yang memiliki penyakit jantung, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memakan antasid. Karena berbagai antasid memiliki kandungan sodiumnya cukup tinggi dan tidak boleh dipakai pada diet ketat).
- Minumlah segelas susu; cara ini mungkin membantu lebih jauh. Susu bertindak sebagai zat protektif, tapi daya efektif susu tidak seefektif dibanding antasid.
Tentang Kesehatan
Tahukah Anda?
Kolesterol
Kolesterol adalah suatu lemak khusus yang struktur kimianya berupa steroida. Di dalam tubuh, kolesterol berperan untuk pembuatan sel membran, garam empedu, hormon kortikosteroid, dan hormon seks.
Kolesterol sebenarnya dapat dibuat sendiri oleh tubuh, namun jumlahnya hanya 20%. Selebihnya, kolesterol dibuat dari bahan-bahan di luar tubuh, yakni berupa makanan dengan sumber karbohidrat.
Demam
Demam adalah suatu keadaan di mana suhu badan melebihi 37 derajat C yang disebabkan oleh penyakit atau radang. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.
Lesitin
Kandungan lesitin bersama zat-zat lainnya pada kacang kedelai merupakan senyawa yang sangat tinggi khasiatnya sebagai obat awet muda, penguat dan mempertinggi daya tahan tubuh. Lesitin adalah campuran fosfatida dan senyawa-senyawa lemak yang meliputi fosfatidil kolin, fosfatidil etanolamin, fofatidil inositol (penentu mutu dan khasiatnya) dan lain sebagainya.
Diare
Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah.
Pilek
Pilek adalah gejala yang timbul karena Influenza atau yang juga biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh RNA virus dari famili orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tetapi juga binatang.
Tekanan Darah
Arti dua angka pada hasil pemeriksaan tekanan darah? Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal"
Darah Tinggi
Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Gejala Keputihan
Gejala-gejala keputihan adalah:
1. Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
2. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Alergi
Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik.
Sakit Kepala
Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala: kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.
Wasir
Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris Hemoroid) adalah penyakit pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau faktor genetika (keturunan).
Kolesterol
Kolesterol adalah suatu lemak khusus yang struktur kimianya berupa steroida. Di dalam tubuh, kolesterol berperan untuk pembuatan sel membran, garam empedu, hormon kortikosteroid, dan hormon seks.
Kolesterol sebenarnya dapat dibuat sendiri oleh tubuh, namun jumlahnya hanya 20%. Selebihnya, kolesterol dibuat dari bahan-bahan di luar tubuh, yakni berupa makanan dengan sumber karbohidrat.
Demam
Demam adalah suatu keadaan di mana suhu badan melebihi 37 derajat C yang disebabkan oleh penyakit atau radang. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.
Lesitin
Kandungan lesitin bersama zat-zat lainnya pada kacang kedelai merupakan senyawa yang sangat tinggi khasiatnya sebagai obat awet muda, penguat dan mempertinggi daya tahan tubuh. Lesitin adalah campuran fosfatida dan senyawa-senyawa lemak yang meliputi fosfatidil kolin, fosfatidil etanolamin, fofatidil inositol (penentu mutu dan khasiatnya) dan lain sebagainya.
Diare
Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah.
Pilek
Pilek adalah gejala yang timbul karena Influenza atau yang juga biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh RNA virus dari famili orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tetapi juga binatang.
Tekanan Darah
Arti dua angka pada hasil pemeriksaan tekanan darah? Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal"
Darah Tinggi
Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Gejala Keputihan
Gejala-gejala keputihan adalah:
1. Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
2. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Alergi
Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik.
Sakit Kepala
Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala: kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.
Wasir
Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris Hemoroid) adalah penyakit pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau faktor genetika (keturunan).
Tips Mengobati Jerawat dengan Cara Alami
Sabtu, 13 Juni 2009Jerawat merupakan jenis penyakit kulit yang biasa ditemukan di semua kalangan, terutama remaja. Penyebabnya antara lain faktor keturunan, ketidakseimbangan hormon, bakteri, tekanan psikologis dan cuaca. Umumnya jerawat muncul pada masa remaja, tapi tidak jarang orang dewasa yang mengalaminya. Bagi kaum perempuan jerawat bisa muncul apabila datang haid atau hamil dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tidak hanya di wajah. Selain itu alergi terhadap obat tertentu juga dapat merangsang tumbuhnya jerawat.
Munculnya jerawat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, cokelat, atau goreng-gorengan. Meski demikian belum ada hasil penelitian yang menguatkan dugaan ini.
Semua tipe jerawat — baik komedo, jerawat biasa, maupun jerawat batu— memang sangat mengganggu. Namun cara-cara berikut ini dapat dilakukan sendiri guna mencegah maupun mengobati jerawat. Bahan-bahan berasal dari sekitar kita dengan cara yang tidak sulit dan menyita waktu.
Cuci Muka
Kulit wajah yang berminyak atau wajah yang mempunyai kecenderungan muncul jerawat harus dibersihkan dua kali sehari. Sangat dianjurkan mencuci muka dengan pembersih yang PH-nya sedikit asam untuk menjaga kebersihan wajah yang berjerawat.
Air seduhan 7-10 lembar daun sirih (Piper betle) mujarab untuk mematikan bakteri yang menyebabkan jerawat sehingga dapat digunakan untuk mencuci muka sebanyak dua atau tiga kali sehari.
Menurut pengalaman beberapa orang, membasuh wajah dengan air es juga dapat mengurangi timbulnya jerawat. Hal ini dipercaya dapat mengurangi minyak pada wajah.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), yang ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit air garam juga dapat digunakan untuk membersihkan wajah berjerawat. Menurut beberapa ahli kulit, belimbing wuluh bersifat sejuk, dan berkhasiat sebagai antiradang dan astrigen (memperkecil pori-pori kulit wajah).
Wajah berjerawat juga lebih segar jika diuapi dengan seduhan satu bungkus daun teh. Sebungkus kecil daun teh yang diseduh dengan air panas baru mendidih, lalu uapkan pada wajah yang berjerawat.
Masker
Sementara buah mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai masker pemulus wajah. Masker mengkudu tidak hanya mengatasi jerawat, panu, kulit yang keriput dan kering pun hilang lenyap, otot-otot muka menjadi lebih relaks.
Jeruk nipis (Citrus aurantium) yang dioleskan pada wajah malam hari sebelum tidur dan baru dibersihkan pada pagi harinya, dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan buah tomat (Solanum lycopersicum).
Masker lain yang dapat digunakan mengatasi jerawat adalah masker temulawak (Curcuma xanthorizza). Kompres wajah dengan air es setelah menggunakan masker akan membantu meningkatkan hasilnya.
Daun dewa dan mahkota dewa juga berkhasiat sebagai obat jerawat. Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan sebagai masker antijerawat adalah tumbukan pucuk daun jambu batu (Psidium guajava). Lidah buaya (Aloe vera) yang terkenal dapat menghaluskan kulit juga dapat digunakan sebagai masker penghilang jerawat.
Kentang (Potato solanum tuberosum) juga dapat dikompreskan pada jerawat. Potongan kentang yang diiris tipis-tipis ditempelkan pada kulit yang meradang karena jerawat hingga warna kentang keabu-abuan dan kering.
Sedangkan flek-flek hitam di wajah bekas jerawat dapat dihilangkan dengan masker jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.
Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir.
Munculnya jerawat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, cokelat, atau goreng-gorengan. Meski demikian belum ada hasil penelitian yang menguatkan dugaan ini.
Semua tipe jerawat — baik komedo, jerawat biasa, maupun jerawat batu— memang sangat mengganggu. Namun cara-cara berikut ini dapat dilakukan sendiri guna mencegah maupun mengobati jerawat. Bahan-bahan berasal dari sekitar kita dengan cara yang tidak sulit dan menyita waktu.
Cuci Muka
Kulit wajah yang berminyak atau wajah yang mempunyai kecenderungan muncul jerawat harus dibersihkan dua kali sehari. Sangat dianjurkan mencuci muka dengan pembersih yang PH-nya sedikit asam untuk menjaga kebersihan wajah yang berjerawat.
Air seduhan 7-10 lembar daun sirih (Piper betle) mujarab untuk mematikan bakteri yang menyebabkan jerawat sehingga dapat digunakan untuk mencuci muka sebanyak dua atau tiga kali sehari.
Menurut pengalaman beberapa orang, membasuh wajah dengan air es juga dapat mengurangi timbulnya jerawat. Hal ini dipercaya dapat mengurangi minyak pada wajah.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), yang ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit air garam juga dapat digunakan untuk membersihkan wajah berjerawat. Menurut beberapa ahli kulit, belimbing wuluh bersifat sejuk, dan berkhasiat sebagai antiradang dan astrigen (memperkecil pori-pori kulit wajah).
Wajah berjerawat juga lebih segar jika diuapi dengan seduhan satu bungkus daun teh. Sebungkus kecil daun teh yang diseduh dengan air panas baru mendidih, lalu uapkan pada wajah yang berjerawat.
Masker
Sementara buah mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai masker pemulus wajah. Masker mengkudu tidak hanya mengatasi jerawat, panu, kulit yang keriput dan kering pun hilang lenyap, otot-otot muka menjadi lebih relaks.
Jeruk nipis (Citrus aurantium) yang dioleskan pada wajah malam hari sebelum tidur dan baru dibersihkan pada pagi harinya, dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan buah tomat (Solanum lycopersicum).
Masker lain yang dapat digunakan mengatasi jerawat adalah masker temulawak (Curcuma xanthorizza). Kompres wajah dengan air es setelah menggunakan masker akan membantu meningkatkan hasilnya.
Daun dewa dan mahkota dewa juga berkhasiat sebagai obat jerawat. Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan sebagai masker antijerawat adalah tumbukan pucuk daun jambu batu (Psidium guajava). Lidah buaya (Aloe vera) yang terkenal dapat menghaluskan kulit juga dapat digunakan sebagai masker penghilang jerawat.
Kentang (Potato solanum tuberosum) juga dapat dikompreskan pada jerawat. Potongan kentang yang diiris tipis-tipis ditempelkan pada kulit yang meradang karena jerawat hingga warna kentang keabu-abuan dan kering.
Sedangkan flek-flek hitam di wajah bekas jerawat dapat dihilangkan dengan masker jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.
Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir.
Bahaya merokok
Bahaya merokok
Jika anda perokok, sadarilah pengaruh merokok bagi tubuh anda. Rokok berisi 3 ebnda yang tinggi bahayanya: tar, nikotin dan karbon-monoksida.
Tar
Tar pada rokok tertimbun sebagai kotoran pekat yang menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan, menyebabkan penyakit bronchitis kronis dan emphysema, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru-paru, penyakit maut yang hampir tak dikenal bagi mereka yang tidak merokok.
Racun kimia dalam tar itu juga meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. Adanya zat tajam semacam itu di kandung kemih dikenal sebagai penyebab bagi timbulnya kanker kandung kemih.
Nikotin
Nikotin adalah suatu zat mencandu yang mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung dan Menambah resiko penyakit jantung.
Karbon-monoksida
Karbon-monoksida meresap dalam aliran darah dari rokok tembakau. Mengurangi kemampuan sel-sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah. Selain itu, karbon-monoksida memudahkan penumpukan zat-zat penyumbat pembuluh nadi menyebabkan serangan jantung yang fatal serta menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki. Efef terakhir ini membuat para wanita perokok lebih beresiko mendapat akibat sampingan berbahaya bila minum pil kontraseptif dan umumnya dokter segan memberikan pil KB pada wanita perokok.
Mengurangi resiko merokok
Kandungan getah dan nikotin berbeda pada setiap merek rokok. Tapi penggantian merek bukanlah cara yang efektif untuk mengurangi resiko-resiko itu. Hampir semua perokok berat hanya akan jadi merokok lebih banyak dan menghisap lebih dalam. Cara terbaik untuk menghindari rokok, dikaitkan dengan penyakit, adalah berhenti begitu saja. Jika berhasil, peluang terjdinya gangguan seperti di atas akan semakin mengecil setiap Tahun.
Semoga bermanfaat…
By: Ghadi
Jika anda perokok, sadarilah pengaruh merokok bagi tubuh anda. Rokok berisi 3 ebnda yang tinggi bahayanya: tar, nikotin dan karbon-monoksida.
Tar
Tar pada rokok tertimbun sebagai kotoran pekat yang menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan, menyebabkan penyakit bronchitis kronis dan emphysema, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru-paru, penyakit maut yang hampir tak dikenal bagi mereka yang tidak merokok.
Racun kimia dalam tar itu juga meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. Adanya zat tajam semacam itu di kandung kemih dikenal sebagai penyebab bagi timbulnya kanker kandung kemih.
Nikotin
Nikotin adalah suatu zat mencandu yang mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung dan Menambah resiko penyakit jantung.
Karbon-monoksida
Karbon-monoksida meresap dalam aliran darah dari rokok tembakau. Mengurangi kemampuan sel-sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah. Selain itu, karbon-monoksida memudahkan penumpukan zat-zat penyumbat pembuluh nadi menyebabkan serangan jantung yang fatal serta menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki. Efef terakhir ini membuat para wanita perokok lebih beresiko mendapat akibat sampingan berbahaya bila minum pil kontraseptif dan umumnya dokter segan memberikan pil KB pada wanita perokok.
Mengurangi resiko merokok
Kandungan getah dan nikotin berbeda pada setiap merek rokok. Tapi penggantian merek bukanlah cara yang efektif untuk mengurangi resiko-resiko itu. Hampir semua perokok berat hanya akan jadi merokok lebih banyak dan menghisap lebih dalam. Cara terbaik untuk menghindari rokok, dikaitkan dengan penyakit, adalah berhenti begitu saja. Jika berhasil, peluang terjdinya gangguan seperti di atas akan semakin mengecil setiap Tahun.
Semoga bermanfaat…
By: Ghadi
Endodontic
Rabu, 10 Juni 2009
Problem Solving In The Assessment Of
Treatment Outcomes, Quality Assurance,
And Their Integration Into Endodontic
Treatment Planning
A few moment’s consideration of the original cause of trouble at the apex of roots enable us to realize what is required to be accomplished in the way of successful treatment. If the original cause is admitted to be imitation from decomposing pulp, it’s removal will in most cases affect a cure.
PROBLEM – SOLVING LIST
Problem – solving issues addressed in the chapter:
What are the historical and contemporary views on treatment outcomes?
What is meant by success or failure? Are these term appropriate for the clinician’s needs?
What factors may influence the outcome of treatment under specific circumstance?
What factor will definitely influence the outcome of treatment?
What clinical and radiographic parameters are used to determine treatment outcomes?
Should the clinician be concerned with histopathology out comes of treatment?
How can treatment outcomes be determined in the patient who is symptom free?
How long should treated case be evaluated to ensure favorable treatment outcomes?
Can treated case revert from an acceptable outcome to an unacceptable outcome-or vice versa?
What are the significant signs or symptoms that should alert the clinician to such changes?
How is the integration of factors accomplished in the assessment of treatment outcomes (clinical decision making)? How can these factors be used in the establishment of new treatment plan (case studies)?
The concepts of success and failure or treatment outcomes in endodontics are often relegate to a position of secondary importance. This position is evident in textbooks in which chapters on these issues, if present, are situated deep in the written material, whereas those chapter that deal with canal cleaning and shaping, obturation, and surgery are in the forefront. Dental school lectures are conducted in a similar manner, and those curricula that are limited in time also overlook these issues. Many aspiring professionals never face the need to determine treatment outcomes in didactic courses and certainly not in clinical training. In requirement – driven curriculum, successful outcomes are erroneously assumed once treatment is completed. This approach undermines the entire process of treatment planning because the clinician is never able to learn from the choice made in providing treatment. When faced with future compromised situation, the clinician is unable to apply and integrate the concepts of assessing treatment outcomes into the treatment plant of choice. Under these circumstances, quality assurance is impossible. This deficit frequently leads to the provision of no treatment, poor treatment, or wrong treatment. In the medical profession the common phrase, “Take two aspirin and call me in the morning,” is often an indictment of the treatment provided (or lack thereof). Similar phrase characterize the clinician’s dilemma: “ I don’t see any thing on the radiograph,” “I’ll give you some antibiotics and pain medication, and we’ll see what happens.” “ I’m not sure what’s wrong, but you don’t need that tooth, and I can make you a bridge.” “I’m going to grind your tooth down a little further to make it feel better.”
Automatically identifying an implant as being a far better treatment plan than retaining the natural tooth appears to be in vogue in contemporary dental practice. This practice has resulted in a wholesale and radical removal of teeth, as opposed to spending the time to determine the cause that may be linked with the negative outcomes at hand and devising a treatment plan that is both reasonable and in the best interest of the patient to eliminate these cause and retain sound tooth structure whenever possible.
The dental professional is faced with a daily continuum of clinical situation that require an integration of facts, experiences, interpretations, and analyses. The ability to confront these situations in a systematic and successful manner characterizes the problem – solving approach to treatment and evaluation.
The purpose of this chapter is to emphasize the importance of determining treatment outcomes and to encourage the problem – solving approach in this endeavor. Once these concepts are grasped, quality assurance is routinely achievable. Integration of these concepts into realistic and thoughtful treatment planning of endodontic problems is demonstrated with specific case scenarios in this chapter and throughout this text. Hopefully, information gleaned from this chapter will be integrated into the problem – solving concepts advocated throughout subsequent chapter. Similarly, a review of this chapter during assimilation of the information in the remainder of this text is highly recommended to ensure the daily performance of all dental treatment at or above the standard level of care.
Treatment Outcomes, Quality Assurance,
And Their Integration Into Endodontic
Treatment Planning
A few moment’s consideration of the original cause of trouble at the apex of roots enable us to realize what is required to be accomplished in the way of successful treatment. If the original cause is admitted to be imitation from decomposing pulp, it’s removal will in most cases affect a cure.
PROBLEM – SOLVING LIST
Problem – solving issues addressed in the chapter:
What are the historical and contemporary views on treatment outcomes?
What is meant by success or failure? Are these term appropriate for the clinician’s needs?
What factors may influence the outcome of treatment under specific circumstance?
What factor will definitely influence the outcome of treatment?
What clinical and radiographic parameters are used to determine treatment outcomes?
Should the clinician be concerned with histopathology out comes of treatment?
How can treatment outcomes be determined in the patient who is symptom free?
How long should treated case be evaluated to ensure favorable treatment outcomes?
Can treated case revert from an acceptable outcome to an unacceptable outcome-or vice versa?
What are the significant signs or symptoms that should alert the clinician to such changes?
How is the integration of factors accomplished in the assessment of treatment outcomes (clinical decision making)? How can these factors be used in the establishment of new treatment plan (case studies)?
The concepts of success and failure or treatment outcomes in endodontics are often relegate to a position of secondary importance. This position is evident in textbooks in which chapters on these issues, if present, are situated deep in the written material, whereas those chapter that deal with canal cleaning and shaping, obturation, and surgery are in the forefront. Dental school lectures are conducted in a similar manner, and those curricula that are limited in time also overlook these issues. Many aspiring professionals never face the need to determine treatment outcomes in didactic courses and certainly not in clinical training. In requirement – driven curriculum, successful outcomes are erroneously assumed once treatment is completed. This approach undermines the entire process of treatment planning because the clinician is never able to learn from the choice made in providing treatment. When faced with future compromised situation, the clinician is unable to apply and integrate the concepts of assessing treatment outcomes into the treatment plant of choice. Under these circumstances, quality assurance is impossible. This deficit frequently leads to the provision of no treatment, poor treatment, or wrong treatment. In the medical profession the common phrase, “Take two aspirin and call me in the morning,” is often an indictment of the treatment provided (or lack thereof). Similar phrase characterize the clinician’s dilemma: “ I don’t see any thing on the radiograph,” “I’ll give you some antibiotics and pain medication, and we’ll see what happens.” “ I’m not sure what’s wrong, but you don’t need that tooth, and I can make you a bridge.” “I’m going to grind your tooth down a little further to make it feel better.”
Automatically identifying an implant as being a far better treatment plan than retaining the natural tooth appears to be in vogue in contemporary dental practice. This practice has resulted in a wholesale and radical removal of teeth, as opposed to spending the time to determine the cause that may be linked with the negative outcomes at hand and devising a treatment plan that is both reasonable and in the best interest of the patient to eliminate these cause and retain sound tooth structure whenever possible.
The dental professional is faced with a daily continuum of clinical situation that require an integration of facts, experiences, interpretations, and analyses. The ability to confront these situations in a systematic and successful manner characterizes the problem – solving approach to treatment and evaluation.
The purpose of this chapter is to emphasize the importance of determining treatment outcomes and to encourage the problem – solving approach in this endeavor. Once these concepts are grasped, quality assurance is routinely achievable. Integration of these concepts into realistic and thoughtful treatment planning of endodontic problems is demonstrated with specific case scenarios in this chapter and throughout this text. Hopefully, information gleaned from this chapter will be integrated into the problem – solving concepts advocated throughout subsequent chapter. Similarly, a review of this chapter during assimilation of the information in the remainder of this text is highly recommended to ensure the daily performance of all dental treatment at or above the standard level of care.
Cara mengatasi EJAKULASI DINI


EJAKULASI DINI
Kadang-kadng ejakulasi bisa terjadi sebelum diharapkan. Hal ini menjadi masalah hanya bila selalu terjadi sehingga mengecewakan kedua belah pihak atas singkatnya kegiatan seks mereka. Kecemasan yang yang sering menyertai ejakulasi dini endrung memperburuk masalah, dan bisa membuat anda menghindari kegiatan sek, sehingga merenggangkan keharmonisan hubungan dengan pasangan anda. Namun kecendrungan enjakulasi dini umumnya lambat laun bisa diatasi dengan kesabaran, dan pertolongan sendiri. (diagnosa lah keaadaan anda sepeti di atas)
Berikut salah satu cara mengatasi EJAKULASI DINI
TEKNIK REMASAN
Teknik ini adalah yang terbanyak dipakai untuk memperlambat dan mengendalikan orgasme pada pria. Cara ini melatih kedu pihak mengenali rasa yang biasa mendahului ejakulasi, sehingga Menambah pengendalian diri.
Tahap 1
Pilihlah posisi nyaman bagi anda dan pasangan anda. Banyak yang menilai bahwa posisi ternyaman adalah si wanita duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan kaki terbentang ke depan dan si pria berbaring di depannya, dengan tubuh diantara kedua kaki si wanita, dan kakinya diatas kaki si wanita. Biarkan pasangan anda membelai penis anda sampai ereksidan sampai anda hampir mencapai orgasme.
Setelah hampir ejakulasi, berilah isyarat pada pasangan anda agar menghentikan usapannyadan ganti mencekik penis anda tepat di bawah kepala-penis sampai ereksinya mereda. Setelah sekitar setengah menit, biarkan ia kembali merangsang penis anda. Ulangi hal itu 2-3 kali sebelum membiarkan terjadi ejakulasi. Lama kelamaan pasangan anda akan tahu tanpa harus diberi isyarat, kapan anda hampir mencapai orgasme. Setelah beberapa kali melakukannya, bila anda sudah bisa mengendalikan ejakulasi, lanjutkan ke tahap selanjutnya.
Tahap 2
Berbaringlah terlentang dengan pasangan anda duduk di atas anda dan penis anda berada dalam vaginanya. Latihlah posisi ini selama mungkin. Bila terasa sudah hampir ber-ejakulasi, berilah isyarat padanya agar ia melepaskan diri dan kembali meremas penis seperti tahap1 di atas. Ulangi hal itu 2-3 kali. Bila ereksi anda mulai mereda, rangsalah ia lagi sampai ereksi agar bisa dimasukan kembali kedalam vagina.
Setelah beberapa kali berlatih, bila pengendalian diri anda sudah semakin baik, hubungan seks normal sudah bisa dilakukan sampai mencapai orgasme bersamaan. Akan terasa nantinya bahwa posisi wanita di atas akan lebih memudahkan anda menahan orgasme. Setiap kali anda merasa hampir ejakulasi di saat pasangan anda belum siap, ia bisa melakukan Teknik remasan itu lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)







