Tampilkan postingan dengan label Payakumbuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payakumbuh. Tampilkan semua postingan
Profil Kota Payakumbuh
Sabtu, 25 Juli 2009
Sejarah
Pembentukan Pemerintah Daerah Tingkat II Payakumbuh berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1956 yang menetapkan Payakumbuh sebagai Kota Kecil. Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 ditetapkan Kota Payakumbuh menjadi daerah Otonom Pemerintah daerah Tingkat II Kotamadya Payakumbuh.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1975, wilayah Kotamadya Payakumbuh secara Administrasi terdiri atas 3 wilayah Kecamatan yaitu ; Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan. 73 Kelurahan ini dulunya merupakan 7 jorong yang terdapat di 7 kenagarian di Payakumbuh
Pada Tahun tahun 2008 diadakan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga Kota Payakumbuh memiliki 5 wilayah kecamatan. dengan 76 wilayah kelurahan.
Adapun wilayah kecamatan yang baru adalah Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dan Kecamatan Payakumbuh Selatan. Kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 22 kelurahan dan dalam Kanagarian Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Timur terdiri dari 14 Kelurahan dan dalam Kanagarian Air Tabit, Kanagarian Payobasuang dan Kanagarian Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 25 kelurahan dan dalam Kanagarian Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Selatan terdiri dari 9 kelurahan dan dalam Kanagarian Limbukan dan Kanagarian Aur Kuning, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori terdiri dari 6 kelurahan dan dalam Kanagarian lampasi. Sebelumnya kanagarian juga bertambah menjadi Delapan Nagari yaitu Nagari Limbukan
DAFTAR NAMA , NOMOR, KODE KELURAHAN DAN KECAMATAN SETELAH PEMEKARAN DI KOTA PAYAKUMBUH
I. PAYAKUMBUH BARAT
( KANAGARIAN KOTO NAN IV )
2. PAYAKUMBUH UTARA
( KANAGARIAN KOTO NAN GADANG )
3. PAYAKUMBUH TIMUR
( KANAGARIAN AIR TABIT )
( NAGARI PAYOBASUNG )
( NAGARAI TIAKAR )
4. PAYAKUMBUH SELATAN ( KEC. BARU )
( KANAGARIAN LIMBUKAN )
( KANAGARIAN AUR KUNING )
5. LAMPOSI TIGO NAGARI ( KEC. BARU )
( KANAGARIAN LAMPOSI )
Geografis
Kota Payakumbuh merupakan kota nomor dua terbesar di Sumatera barat setelah Kota Padang. Luas wilayah ± 80,43 Km2, terdiri dari delapan nagari, 5 kecamatan, dan 76 kelurahan. Jumlah penduduk keadaan tahun 2008: 104.969 jiwa, yang terdiri dari 51.961 laki-laki dan 53.008 perempuan.
Secara astronomis geografis berada pada 0º17´ LS dan 100º35` sampai dengan 100º42´ BT. Curah hujan rata-rata 2000 – 2500 mm/th. Keadaan topografi bervariasi antara dataran dan bukit serta kondisi tanah yang relatif subur dengan jenis tanah Latosol. Ketinggian tempat 514 m dpl, suhu rata-rata 26ºC dengan tingkat kelembaban 45% - 50%.
Ditinjau dari segi letak, dinilai sangat strategis dengan posisi sebagaiberikut:
Klimatologi
Kota Payakumbuh merupakan daerah pertanian yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan sungai-sungai yang terletak dengan ketinggian 513 Meter dari permukaan laut. Luas wilayah 80,43 Km2.
Suhu rata-rata berkisar antara 26 Derajat Celcius dengan Kelembahan udara antara 45 hingga 50 persen. Penggunaan tanah di Kota Payakumbuh terdiri dari :
Pembentukan Pemerintah Daerah Tingkat II Payakumbuh berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1956 yang menetapkan Payakumbuh sebagai Kota Kecil. Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 ditetapkan Kota Payakumbuh menjadi daerah Otonom Pemerintah daerah Tingkat II Kotamadya Payakumbuh.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1975, wilayah Kotamadya Payakumbuh secara Administrasi terdiri atas 3 wilayah Kecamatan yaitu ; Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan. 73 Kelurahan ini dulunya merupakan 7 jorong yang terdapat di 7 kenagarian di Payakumbuh
Pada Tahun tahun 2008 diadakan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga Kota Payakumbuh memiliki 5 wilayah kecamatan. dengan 76 wilayah kelurahan.
Adapun wilayah kecamatan yang baru adalah Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dan Kecamatan Payakumbuh Selatan. Kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 22 kelurahan dan dalam Kanagarian Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Timur terdiri dari 14 Kelurahan dan dalam Kanagarian Air Tabit, Kanagarian Payobasuang dan Kanagarian Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 25 kelurahan dan dalam Kanagarian Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Selatan terdiri dari 9 kelurahan dan dalam Kanagarian Limbukan dan Kanagarian Aur Kuning, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori terdiri dari 6 kelurahan dan dalam Kanagarian lampasi. Sebelumnya kanagarian juga bertambah menjadi Delapan Nagari yaitu Nagari Limbukan
DAFTAR NAMA , NOMOR, KODE KELURAHAN DAN KECAMATAN SETELAH PEMEKARAN DI KOTA PAYAKUMBUH
I. PAYAKUMBUH BARAT
( KANAGARIAN KOTO NAN IV )
- 1. BALAI NAN DUO..............................13.76.01.1001
- 2. PAKAN SINAYAN............................. 13.76.01.1002
- 3. KUBU GADANG............................... 13.76.01.1003
- 4. BULAKAN BALAI KANDI....................13.76.01.1004
- 5. PAYOLANSEK...................................13.76.01.1005
- 6. TANJUNG GADANG...........................13.76.01.1006
- 7. TALANG.............................. ............13.76.01.1007
- 8. SUNGAI PINAGO............................. 13.76.01.1008
- 9. PADANG TINGGI..............................13.76.01.1009
- 10.PADANG TANGAH.............................13.76.01.1010
- 11. KOTO TANGAH............................... 13.76.01.1011
- 12. PADANG DATA................................13.76.01.1012
- 13. SUBARANG BATUNG....................... 13.76.01.1013
- 14. TANAH MATI...................................13.76.01.1014
- 15. PILIANG.........................................13.76.01.1015
- 16. PARIT RANTANG.............................13.76.01.1016
- 17. PARAK BATUNG..............................13.76.01.1017
- 18. DAYA BANGUN...............................13.76.01.1018
- 19. NUNANG........................................13.76.01.1019
- 20. LABUH BASILANG...........................13.76.01.1020
- 21. IBUH............................................. 13.76.01.1021
- 22. TANJUNG PAUH...............................13.76.01.1022
2. PAYAKUMBUH UTARA
( KANAGARIAN KOTO NAN GADANG )
- 1. BUNIAN..........................................13.76.02.1001
- 2. NAPAR............................................13.76.02.1002
- 3. PADANG KADUDUK..........................13.76.02.1003
- 4. TAROK............................................13.76.02.1004
- 5. CUBADAK AIR.................................13.76.02.1005
- 6. TAMBAGO.......................................13.76.02.1006
- 7. TALAWI..........................................13.76.02.1007
- 8. BALI BETUNG..................................13.76.02.1008
- 9. TANJUNG ANAU...............................13.76.02.1009
- 10. PAYONIBUNG................................13.76.02.1010
- 11. PAYOLINYAM.................................13.76.02.1011
- 12. NAN KODOK..................................13.76.02.1012
- 13. KANING BUKIK..............................13.76.02.1013
- 14. MUARO.........................................13.76.02.1014
- 15. PASIR...........................................13.76.02.1015
- 16. TARUKO........................................13.76.02.1016
- 17. BALAI CACANG..............................13.76.02.1017
- 18. BALAI GADANG............................. 13.76.02.1018
- 19. BALAI JARING................................13.76.02.1019
- 20. BALAI GURUN ................................13.76.02.1020
- 21. BALAI BARU...................................13.76.02.1021
- 22. BALAI KALIKI ................................13.76.02.1022
- 23. KOTO BARU...................................13.76.02.1023
- 24. LABUH BARU..................................13.76.02.1024
- 25. KUBU GADANG...............................13.76.02.1025
3. PAYAKUMBUH TIMUR
( KANAGARIAN AIR TABIT )
- 1. BALAI JARING.................................13.76.03.1001
- 2. BODI..............................................13.76.03.1002
- 3. PADANG TANGAH PAYOBADAR..........13.76.03.1003
- 4. PADANG ALAI..................................13.76.03.1004
- 5. SICINCIN HILIR...............................13.76.03.1005
- 6. SICINCIN MUDIK.............................13.76.03.1006
- 7. PADANGTIAKAR HILIR......................13.76.03.1007
- 8. PADANG TIAKAR MUDIK...................13.76.03.1008
( NAGARI PAYOBASUNG )
- 9. PAYOBASUNG.................................13.76.03.1009
- 10. KOTO PANJANG..............................13.76.03.1010
- 11. KOTO BARU...................................13.76.03.1011
( NAGARAI TIAKAR )
- 12. BALAI BATIMAH..............................13.76.03.1012
- 13. BALAI NAN TUO..............................13.76.03.1013
- 14. RANAH...........................................13.76.03.1014
4. PAYAKUMBUH SELATAN ( KEC. BARU )
( KANAGARIAN LIMBUKAN )
- 1. BALAI PANJANG................................13.76.04.1001
- 2. LIMBUKAN........................................13.76.04.1002
- 3. KOTO TUO........................................13.76.04.1003
- 4. LIMO KAMPUNG.................................13.76.04.1004
- 5. PADANG KARAMBIA...........................13.76.04.1005
( KANAGARIAN AUR KUNING )
- 6. SAWAH PADANG................................13.76.04.1006
- 7. AUR KUNING......................................13.76.04.1007
- 8. KAPALO KOTO...................................13.76.04.1008
- 9. AMPANGAN........................................13.76.04.1009
5. LAMPOSI TIGO NAGARI ( KEC. BARU )
( KANAGARIAN LAMPOSI )
- 1. SUNGAI DURIAN............................. 13.76.05.1001
- 2. PARIK MUKO AIA............................ 13.76.05.1002 ( KEL. BARU )
- 3. PARAMBAHAN..................................13.76.05.1003
- 4. PADANG SIKABU..............................13.76.05.1004 ( KEL. BARU )
- 5. KOTO PANJANG DALAM.....................13.76.05.1005
- 6. KOTO PANJANG DALAM.....................13.76.05.1006 (KEL. BARU )
Geografis
Kota Payakumbuh merupakan kota nomor dua terbesar di Sumatera barat setelah Kota Padang. Luas wilayah ± 80,43 Km2, terdiri dari delapan nagari, 5 kecamatan, dan 76 kelurahan. Jumlah penduduk keadaan tahun 2008: 104.969 jiwa, yang terdiri dari 51.961 laki-laki dan 53.008 perempuan.
Secara astronomis geografis berada pada 0º17´ LS dan 100º35` sampai dengan 100º42´ BT. Curah hujan rata-rata 2000 – 2500 mm/th. Keadaan topografi bervariasi antara dataran dan bukit serta kondisi tanah yang relatif subur dengan jenis tanah Latosol. Ketinggian tempat 514 m dpl, suhu rata-rata 26ºC dengan tingkat kelembaban 45% - 50%.
Ditinjau dari segi letak, dinilai sangat strategis dengan posisi sebagaiberikut:
- Terletak di pintu gerbang timur dari arah Pekanbaru menuju kota-kota penting di Sumatera Barat.
- Jarak Kota Payakumbuh ke Pekanbaru Riau 188 km dan dengan selesainya jalan layang (Fly Over) Kelok Sembilan, maka dapat ditempuh ±3 jam, serta dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan.
- Jarak Kota Padang hanya 125 km dengan waktu tempuh 2,5 jam perjalanan.
- Merupakan daerah pusat pemasaran dan sentra ekonomi bagi kabupaten/kota tetangga seperti Kabupaten 50 kota, Tanah Datar, Agam dan Kota Bukit tinggi.
Klimatologi
Kota Payakumbuh merupakan daerah pertanian yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan sungai-sungai yang terletak dengan ketinggian 513 Meter dari permukaan laut. Luas wilayah 80,43 Km2.
Suhu rata-rata berkisar antara 26 Derajat Celcius dengan Kelembahan udara antara 45 hingga 50 persen. Penggunaan tanah di Kota Payakumbuh terdiri dari :
- 2.771,11 (Ha) tanah sawah,
- 2.034,08 (Ha) Tanah dan bangunan sekitarnya,
- 194,06 (Ha) Kolam / tebat,
- 1.639,65 (Ha) Tanah kebun / ladang,
- 364,50 (Ha) Hutan,
- 43,20 (Ha) Padang rumput dan
- 996,56 (Ha) Semak belukar dan lain-lainnya.
Penanganan narkoba berbasis masjid di Payakumbuh
Minggu, 05 Juli 2009
Perdana di Indonesia PENANGANAN NARKOBA BERBASIS MASJID DI PAYAKUMBUH
(Payakumbuh, 03 Juli 2009). Kota Payakumbuh selangkah lebih maju, dalam soal penanganan narkoba, HIV/AID di Indonesia. Di Kota berpenduduk sekitar 107 ribu jiwa ini, penanganan narkoba dilakukan lewat pendekatan berbasis masjid, dan program perdana di Tanah Air. Lounching program itu, dilakukan Gubernur Sumbar, diwakili Asisten II Sekdaprop Drs. Sinang Subekti, dalam acara di sebuah Surau Baitul Haiyyi di Kelurahan Balai Panjang, Payakumbuh Selatan, Jum’at (3/7).
Acara ini, dihadiri Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, anggota Muspida, Ketua BNK H. Syamsul Bahri, pimpinan SKPD, pemuka masyarakat, pengurus remaja masjid dari 76 kelurahan dan pengurus berbagai OKP. Gelar acara ini, kerjasama bareng BNK Payakumbuh dengan keluarga H. Rabain, pengusaha Payakumbuh di Jakarta yang peduli dengan narkoba. Ketua BNK Syamsul Bahri, memaparkan, program BNK dalam menangani narkoba selama ini.
Surau bernilai Rp1,3 M yang dibangun keluarga H. Rabain, dan donatur dari Qatar dan Yayasan Ilma Qiyah itu, diserahkan keluarga kepada masyarakat setempat, melalui Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain. Surau berukuran 11x12 meter, berlantai dua, dengan arsitek modern, diserahkan untuk kegiatan penyuluhan narkoba, selain buat tempat beribadat dan pendidikan agama. Peresmiannya dilakukan gubernur dan walikota, ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Surau tersebut, untuk selanjutnya, diserahkan kepada masyarakat, diwakili Ketua KAN Limbukan F. Dt. Sinaro Dirajo. Untuk selanjutnya, jemaah masjid di Nagari Limbukan serta kaum mulim, bebas beribadah di surau itu. Seluruh remaja masjid, diminta mendiskusikan dan merumuskan kebijakan untuk pemberantasan narkoba dan segala penyakit maksiat di tempat peribadatan itu.
Asisten II Sekdaprop mengaku bangga dengan semangat BNK serta perantau Payakumbuh, dalam penanganan narkoba. Kerjasama yang baik ini, diharapkan diaplikasikan dalam bentuk kegiatan lainnya. Narkoba, dikatakan, ancaman serius bangsa yang harus ditangani dan menjadi tanggung jawab bersama. Gubernur merekomendasi, penanganan narkoba berbasis masjid ini, diteladani seluruh daerah di Sumatera Barat.
Lounching program tersebut, ditandai dengan ceramah agama, berthemakan menjauhi narkoba, dengan mendatangkan Prof. Dr. H. Duski Samad, MA, dosen pasca sarjana IAIN Padang.
Sumber:bagian humas Pyk
(Payakumbuh, 03 Juli 2009). Kota Payakumbuh selangkah lebih maju, dalam soal penanganan narkoba, HIV/AID di Indonesia. Di Kota berpenduduk sekitar 107 ribu jiwa ini, penanganan narkoba dilakukan lewat pendekatan berbasis masjid, dan program perdana di Tanah Air. Lounching program itu, dilakukan Gubernur Sumbar, diwakili Asisten II Sekdaprop Drs. Sinang Subekti, dalam acara di sebuah Surau Baitul Haiyyi di Kelurahan Balai Panjang, Payakumbuh Selatan, Jum’at (3/7).
Acara ini, dihadiri Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, anggota Muspida, Ketua BNK H. Syamsul Bahri, pimpinan SKPD, pemuka masyarakat, pengurus remaja masjid dari 76 kelurahan dan pengurus berbagai OKP. Gelar acara ini, kerjasama bareng BNK Payakumbuh dengan keluarga H. Rabain, pengusaha Payakumbuh di Jakarta yang peduli dengan narkoba. Ketua BNK Syamsul Bahri, memaparkan, program BNK dalam menangani narkoba selama ini.
Surau bernilai Rp1,3 M yang dibangun keluarga H. Rabain, dan donatur dari Qatar dan Yayasan Ilma Qiyah itu, diserahkan keluarga kepada masyarakat setempat, melalui Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain. Surau berukuran 11x12 meter, berlantai dua, dengan arsitek modern, diserahkan untuk kegiatan penyuluhan narkoba, selain buat tempat beribadat dan pendidikan agama. Peresmiannya dilakukan gubernur dan walikota, ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Surau tersebut, untuk selanjutnya, diserahkan kepada masyarakat, diwakili Ketua KAN Limbukan F. Dt. Sinaro Dirajo. Untuk selanjutnya, jemaah masjid di Nagari Limbukan serta kaum mulim, bebas beribadah di surau itu. Seluruh remaja masjid, diminta mendiskusikan dan merumuskan kebijakan untuk pemberantasan narkoba dan segala penyakit maksiat di tempat peribadatan itu.
Asisten II Sekdaprop mengaku bangga dengan semangat BNK serta perantau Payakumbuh, dalam penanganan narkoba. Kerjasama yang baik ini, diharapkan diaplikasikan dalam bentuk kegiatan lainnya. Narkoba, dikatakan, ancaman serius bangsa yang harus ditangani dan menjadi tanggung jawab bersama. Gubernur merekomendasi, penanganan narkoba berbasis masjid ini, diteladani seluruh daerah di Sumatera Barat.
Lounching program tersebut, ditandai dengan ceramah agama, berthemakan menjauhi narkoba, dengan mendatangkan Prof. Dr. H. Duski Samad, MA, dosen pasca sarjana IAIN Padang.
Sumber:bagian humas Pyk
Langganan:
Postingan (Atom)









